Peran Penting Tri Pusat Pendidikan Pada Proses Pembelajaran Daring Di Masa Pandemi Covid-19
A. Tri Pusat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara
Ketika pembelajaran yang dilakukan sebelum adanya Covid-19 yaitu secara offline (luring) peserta didik di tuntut untuk memahami dan menerapkan apa yang telah didapatkan dari pembelajaran yang diberikan oleh guru, sehingga mereka dapat memiliki karakter yang religius dimana sesuai dengan salah satu tujuan sekolah yaitu peningkatan karakter religius peserta didik.
Peningkatan karakter religius sebenarnya bukan hanya menjadi tanggung jawab guru saja, akan tetapi menjadi tanggung jawab orang tua juga. Bahkan ketika di rumah orang tualah yang bertanggung jawab secara penuh untuk peningkatan karakter religius anaknya. Dalam syariat Islam orang tua dalam hal ini terutama Ibu adalah merupakan pendidik pertama dan paling utama bagi anaknya, istilah ini dikenal dengan al ummu madrasatul ula.
Faktor pendukung dari pola kerjasama guru dan orang tua dalam meningkatkan karakter religius anak selama masa pandemi covid-19 yaitu :
1. Kesadaran akan tangung jawab guru dalam memberikan pengajaran pada peserta didik
2. Kesadaran akan tangung jawab orang tua dalam memberikan dan menuntun anaknya supaya memiliki karakter yang religius
3. Kemauan yang kuat dari peserta didik untuk belajar dan berubah menjadi lebih baik
4. Antara guru dan orang tua peserta didik memiliki perhatian dan waktu untuk berkomunikasi
5. Hubungan yang harmonis antara guru, orang tua, dan peserta didik
Sedangkan Faktor penghambat dari pola kerjasama guru dan orang tua dalam meningkatkan karakter religius anak selama masa pandemi covid-19 yaitu :
1. Kurangnya kesadaran akan tangung jawab guru dalam memberikan pengajaran pada peserta didik
2. Kurangnya kesadaran akan tangung jawab orang tua dalam memberikan dan menuntun anaknya supaya memiliki karakter yang religius
3. Kemauan peserta didik yang lemah untuk belajar dan berubah menjadi lebih baik
4. Antara guru dan orang tua peserta didik tidak memiliki waktu untuk berkomunikasi
5. Antara guru dan orang tua peserta didik tidak mendapatkan media online yang mudah dan nyaman untuk berkomunikasi
6. Hubungan antara guru, orang tua dan peserta didik tidak harmonis.
Komentar
Posting Komentar