Perbaikan Substansi Dan Inovasi Pengembangan Kurikulum PAI Di Era Revolusi 4.0 Dan Pada Masa Pandemi Covid-19

 A.  Perbaikan Substansi Dan Inovasi Pengembangan Kurikulum PAI  Di Era Revolusi 4.0 

1.  Tantangan Revolusi 4.0 Terhadap Pengembangan Kurikulum PAI

     Era revolusi 4.0 merupakan era yang berisi begitu banyak kemajuan di bidang teknologi, komunikasi dan informasi yang semakin cepat dan mudah dalam pengaksesannya. Era revolusi 4.0 sendiri memiliki sejarah yang panjang hingga akhirnya dapat terus mengalami kemajuan hingga saat ini. Revolusi industry sudah mulai sejak akhir abad ke-18 yang disebut revolusi industry 1.0 ditandai dengan ditemukannya alat tenun mekanis pertama tahun 1784, kemudian awal abad ke-20 disebut revolusi industry 2.0 dengan beralihnya tenaga uap ke tenaga listrik, selanjutnya awal tahun 1970 revolusi industry 3.0 dengan penggunaan elektronik dan teknologi informasi guna membantu memudahkan produksi, lalu revolusi industry 4.0 pada tahun 2011 sampai sekarang dengan banyak produk yang sudah dihasilkan dari revolusi industry 4.0. 

    Revolusi industry sekarag memiliki pengaruh yang besar dan mempengaruhi hampir di semua bidang kehidupan. Salah satunya adalah bidang pendidikan yang terus ikut memperbaharui dirinya agar dapat sesuai dengan zaman. Tantangan revolusi 4.0 terhadap pengembangan kurikulum PAI sangat banyak dan bervariasi.

2.  Inovasi Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam

      Masalah-masalah inovasi kurikulum mencakup aspek: 1) struktur kurikulum, 2) modul kurikulum serta inovasi proses kurikulum. Ketiga aspek inovasi tersebut, merupakan penggolongan jenis. Inovasi bersumber pada komponen sistem pembelajaran yang jadi bidang garapannya. Inovasi kurikulum pula bergantung pada dinamika masyarakat. Proses untuk menciptakan penemuan baru (invention) bukanlah suatu hal yang mudah. Karena memerlukan proses semacam riset, pengujian serta analisis secara mendalam dan penarikan kesimpulan. Misalnya, pelaksanaan pendidikan PAI dengan tata cara serta strategi yang betul-betul baru demi meningkatkan daya guna pendidikan. 

B. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam pada Masa Pandemi Covid-19

        Inovasi dalam pengembangan kurikulum merupakan sesuatu hal yang tidak dapat dihindarkan dalam berinteraksi dengan lingkungan pendidikan. Covid-19 yang telah menjadi pandemik ke lebih dari 200 negara di dunia, menuntut perubahan di berbagai bidang, termasuk pendidikan, dalam hal ini kurikulum. Berbagai komponen kurikulum mengalami perubahan dan penyesuaian. Hal ini menuntut guru lebih kreatif dan inovatif. Lembaga pendidikan, khususnya sekolah sudah seharusnya memberikan dorongan dan fasilitasi kepada para guru untuk berinovasi.

        Salah satu masalah dalam pengembangan kurikulum yang digali dari membaca, mencari, dan menganalisis sumber yang diperoleh melalui buku, artikel, serta jurnal adalah minimnya keterlibatan stakeholder, terlebih pada guru. Guru memegang peranan penting dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum. Implementasi kurikulum memerlukan seseorang yang berperan sebagai pelaksananya. Guru merupakan faktor penting dalam implementasi kurikulum karena ia merupakan pelaksana kurikulum. Karena itu guru dituntut memiliki kemampuan untuk mengimplemntasikannya, tanpa itu Kurikulum tidak akan bermakna sebagai alat pendidikan, dan sebaliknya pembelajaran tidak akan efektif tanpa kurikulum sebagai pedoman. Dengan demikian guru menempati posisi kunci dalam implenentasi kurikulum.

Komentar