PENTINGNYA MENANAMKAN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI ERA 4.0
A. Pentingnya Pendidikan Karakter
Paham personalisme menyatakan bahwa setiap individu bebas memilih untuk nilai-nilai sendiri dan tidak bisa dipaksa atau di gantikan oleh siapapun, meningkatnya faham plurarisme yang di pertanyakan nilai-nilai yang diajarkan, semakin lengkap alasan penolakan pendidikan karakter.
Pendidikan karakter merupakan tumpuan perhatian pertama dalam Islam. Karena akhlak merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan pendidikan. Pendidikan karakter dapat ditanamkan dalam diri peserta didik melalui beberapa metode. Metode tersebut antara lain:
1. Metode pengajaran
Dalam metode pengajaran ini pendidik memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang stuktur nilai tertentu seperti kebaikan, keadilan, dan nilai.
2. Keteladanan
Dengan metode keteladanan ini, peserta didik akan lebih menangkap atau mempelajari dari apa yang dia lihat. Metode ini merupakan metode klasik dalam menentukan berhasil tidaknya sebuah tujuan pendidikan karakter. Karena, pendidik adalah jiwa bagi pendidikan karakter karena pendidik dapat menentukan warna kepribadian anak didiknya tersebut.
3. Menemukan prioritas
Umumnya lembaga sekolah memiliki prioritas atas karakter apa yang ditetapkan dalam lingkungan sekolah tersebut. Penentuan prioritas ini digunakan sebagai tolak ukur evaluasi atas berhasil tidaknya pendidikan karakter tersebut. Sehingga, perumusan prioritas karakter tersebut harus dirumuskan dengan jelas dan tegas. Sekolah sebagai lembaga public memiliki tanggung jawab untuk memberikan laporan pertanggung-jawaban kinerja pendidikan mereka secara transparan kepada pemangku kepentingan yaitu masyarakat luas.
4. Praktis prioritas
Unsur lain yang tak kalah pentingnya bagi pendidikan karakter yaitu sebagai tuntutan lembaga pendidikan yang menjadi visi kinerja pendidikannya.
5. Refleksi
Disebut juga dengan proses bercermin, mematut-matutkan diri pada peristiwa atau konsep yang telah teralami. Metode ini disebut juga kemampuan sadar khas manusiawi. Dengan kemampuan ini, manusia mampu mengatasi diri dan meningkatkan kualitas hidupnya agar menjadi lebih baik. 1
6. Pembiasaan
Merupakan sebuah proses yang menjadikan sesuatu itu menjadi kebiasaan. Metode ini sangat efektif dilakukan oleh guru, karena dapat merubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang baik.
7. Mau’izhah dan nasehat
Merupakan metode dengan cara memberi pelajaran tentang akhlak yang terpuji dan tercela serta memberi motivasi kebaikan dengan apa-apa yang melembutkan hati. Adapaun nasehat adalah memerintah atau menganjurkan yang bersamaan dengan motivasi dan ancaman.
8. Perumpamaan
Metode ini memberikan pemahaman yang mendalam terhadap sesuatu hal yang sulit diterima dengan daya nalar peserta didik, dan meningkatkan tergugahnya perasaan ingin tahu akan karakter yang harus peserta didik miliki.
9. Hadiah dan hukuman
Metode yang sangat efektif sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran dan kehati-hatian agar tetap dalam jalannya sebuah karakter. Serta dengan adanya metode ini akan memberikan rasa tanggung jawab untuk menjaga karakter tersebut.
Pendidikan karakter merupakan sistem pendidikan yang mengembangkan nilai- nilai karakter pada peserta didik sehingga mereka memiliki nilai-nilai serta karakter yang dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Dari berbagai permasalahan yang timbul pada peserta didik di era revolusi tersebut maka dibutuhkan pembangunan budaya dalam rangka membentuk karakter pada peserta didik, salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah menciptakan suasana yang berkarakter dalam pendidikan tersebut. Suasana yang berkarakter tersebut sangat di pengaruhi oleh situasi dan kondisi tempat model karakter tersebut ditetapkan di sertai penerapan nilai-nilainya. Sedangkan, usaha yang dapat dilakukan dalam penerapan nilai-nilai tersebut yaitu penciptaan budaya berkarakter yang bersifat vertical (ilahiyah) serta penciptaan budaya berkarakter yang bersifat horizontal (insaniyah). Selain itu, pembentukan karakter peserta didik tersebut dapat dilakukan dalam empat cara yaitu: pendekatan instruktif-struktural, pendekatan formal kurikuler, pendekatan formal kurikuler, serta pendekatan organic-sistematis.
Komentar
Posting Komentar